Pengetian Istilah – Istilah dalam
Kegiatan Ilmiah
Terdapat
beberapa istilah dalam kegiatan ilmiah yang penting kita ketahui sebagai calon
guru yang baik. Istilah – Istilah tersebut yaitu Metode ilmiah, Karya ilmah,
penelitian ilmiah, eksperimen, pengamatan, hipotesis, penalaran, variabe,
definisi operasional variabel, pengamatan kuantitatif, Pengamatan kualitatif
Dan peta konsep.
A.
Metode Ilmiah
Metode
ilmiah atau proses ilmiah (bahasa
Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan
untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis
berdasarkan bukti fisis. Contohnya :
Ilmuwan melakukan pengamatan
serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk
menjelaskan fenomena alam. Prediksi
yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen.
Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali,
hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori
ilmiah.
B.
Karya Ilmiah
Karya
ilmiah merupakan Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai
dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan,
penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan
sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.
.
Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema
seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang
lain.Jika pun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang
sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Contohnya
:
Seorang
guru membuat suatu penemuan dimana didasarkan atas metode ilmiah dan di
karyakan dalam suatu tulisan yang sistematis serta dapat di pertanggung
jawabkan. Karyanya itulah yang dinamakan karya ilmiah.
C.
Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang
sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu
menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah sering
diasosiasikan dengan metode
ilmiah sebagai tata
cara sistimatis yang digunakan untuk melakukan penelitian. Contohnya :
Untuk
mengatasi masalah yang timbul berupa isu ketidaksukaan siswa terhadap pelajaran
fisika. Maka diperlukan fakta dan pembuktian dengan penelitian ilmiah. Sehingga
di ketahui posentase siswa yang tidak
menyukai pelajaran fisika dan penyebabnya dengan menyertakan segala
variabelnya sesuai metode ilmiah.
D. Eksperimen
Percobaan atau
disebut juga eksperimen (dari Bahasa Latin: ex-periri
yang berarti menguji coba) adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang bertujuan
untuk melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis atau
mengenali hubungan sebab akibat antara gejala. Dimana untuk mengetahui apakah sebab
(variabel bebas) tersebut memengaruhi akibat (variabel terikat).. Contohnya :
Thomas alfa edison pada masanya,
sebelum menemukan penemuan besar yaitu lampu. Dia memiliki suatu hipothesis dan
melakukan beribu kali eksperimen pada beberapa jenis logam untuk menguji hipotesisnya.
E. Pengamatan
Pengamatan atau observasi adalah pengamatan
terhadap suatu objek menggunakan seluruh atau sebagian panca indra untuk mendapatkan informasi-informasi yang
dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Cara observasi yang paling
efektif adalah melengkapinya dengan pedoman observasi/pedoman pengamatan yang
berbentuk tabel pengamatan. Contoh pengamatan :
Dalam Praktikum dalam mencari besar
gaya gravitasi kita melakukan pengamatan terhadap suatu benda yang di jatuhkan.
Dimana dalam pengamatan ini waktu sebagai variabel responnya dan melibatkan
kepekaan indra penglihatan dari pengamatnya.
F.
Hipothesis
Hipotesis atau hipotesa
adalah jawaban atau duga.an sementara terhadap masalah yang masih harus
dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan
jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti. Hipotesis menjadi teruji
apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut.
Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja
dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis
yang telah teruji kebenarannya disebut teori. Contoh:
Apabila terlihat awan hitam dan
langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga)
berdasarkan pengalamannya bahwa
(karena langit mendung, maka...) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila
ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun, maka dugaan terbukti benar. Secara
ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan,
maka hipotesisnya dinyatakan keliru.
G.
Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak
dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang
menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang
sejenis juga akan terbentuk pemikiran – pemikiran yang saling
berkaitan sehingga mengantarkan pada suatu kesimpulan.Contohnya:
Premis : -
Air laut lampu menyala terang
-Air sungai lampu menyala terang
-Air
sumur lampu menyala terang
- Air gula lampu tidak menyala
Kesimpulan
: Air laut, air sungai, dan air sumur
bersifat konduktor sedangkan air gula bersifat isolator.
H.
Variabel
Identifikasi
variabel merupakan bagian dari
langkah penelitian yang dilakukan peneliti dengan cara menentukan
variabel-variabel yang ada dalam penelitiannya. Contohnya :
variabel manipulasi (variabel bebas/ variabel
independen), variabel respon (variabel dependen/variabel terikat), dan variabel
kontrol.
a) Variabel
Manipulasi
Apabila
suatu variabel secara sengaja dimanipulasi dalam suatu situasi maka variabel
itu disebut variabel manipulasi.
Variabel manipulasi merupakan faktor yang menjadi sebab atau terjadinya
perubahan variabel lain (yaitu variabel respon). Variabel manipulasi disebut
juga variabel bebas karena variabel ini secara bebas dapat mempengaruhi
variabel lain.
b) Variabel
Kontrol
Variabel yang dapat mempengaruhi
hasil ekseprimen, tetapi dijaga agar tidak memberikan pengaruh disebut variabel kontrol. Eksperimen
yang dilakukan dengan pengontrolan variabel seperti itu baru dapat disebut prosedur eksperimen yang benar.
Dengan demikian kita dapat mendefinisikan variabel kontrol adalah variabel yang dijaga agar tidak mempengaruhi
hasil eksperimen.
c) Variabel
Respon
Variabel
yang berubah sebagai hasil atau akibat dari perubahan variable bebas atau
pemanipulasian disebut variabel
respon. Perubahan pada faktor ini karena dipengaruhi oleh variabel
manipulasi. Karena perubahan itu sebagai tanggapan dari faktor lain (variabel
manipulasi) maka disebut variabel respon (variabel terikat).
Contoh dari ketiga variabel tersebut
adalah :
Dalam
praktikum “Bagaimanakah pengaruh besar hambatan yang diberikan dalam rangkaian
tersebut, terhadap besar arus listrik yang ditimbulkan?”. Maka variabelnya
yaitu :
·
Variabek
manipulasi : dalam percobaan ini yang menjadi variabel manipulasi adalah R ( hambatan
“ohm”)
·
Variabe
kontrol : Dalam percobaan ini yang menjadi variabel
kontrol adalah V (Tegangan “Volt”).
·
Variabel
respon : Dalam percobaan ini yang menjadi variabel
kontrol adalah I ( Arus listrik “Ampere”).
I. Definisi operasional variabel
Definisi operasional variabel
adalah pengertian variabel (yang
diungkap dalam definisi konsep) tersebut, secara operasional, secara praktik,
secara riil, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. Operasionalisasi (variable) adalah
proses mendefinisikan variable
dengan tegas, sehingga menjadi
faktor-faktor yang dapat diukur. Contohnya :
Menurut Fandy Tjiptono (1997), kepuasan pelanggan mencakup perbedaan
antara harapan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. (INI DEFINISI KONSEP).
Apa yang dikemukakan oleh Fandy tersebut adalah
pengertian secara umum. Padahal Anda kan sedang mengadakan penelitian tentang kepuasan/ketidakpuasan pelanggan terhadap
Kinerja Maju Unggul Airlines?
Jadi, bagaimana?
Definisi konsep saja belum
cukup bagi pembaca/penikmat
tulisan ilmiah anda.Anda harus mendefinisikan variabel, secara lebih operasional
(dapat dipahami / jelas / tegas).Inilah yang dinamakan Definisi Operasional.
Apakah
sebenarnya yang anda maksud dengan “kepuasan pelanggan” DALAM penelitian yang
sedang anda lakukan ini?
Apa sesungguhnya yang Anda maksud dengan “kinerja”
DALAM penelitian Anda ?
(yang ANDA maksud, BUKAN yang dimaksudkan oleh para teoritikus/pakar)
(yang ANDA maksud, BUKAN yang dimaksudkan oleh para teoritikus/pakar)
Nah, jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan itulah
yang dimaksud dengan definisi operasional variabel penelitian anda. Anda harus
mendefinisikan (secara lebih operasional/tegas) variabel kepuasan dan Anda juga harus mendefinisikan (secara lebih
operasional/tegas) variabel kinerja.
J.
Pengamata Kuantitatif
Pengamatan kuantitatif adalah
pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mengacu pada satuan
pengukuran baku. Contohnya :
Pengukuran panjang plat tembaga menggunakan mistar sebelum dipanaskan
adalah 7 Cm dan setelah dipanaskan panjangnya menjadi 7,6 Cm.
K.
Pengamatan Kualitatif
Pengamatan
kualitatif, adalah pengamatan yang dilakukan hanya dengan alat
indra tanpa mengacu pada satuan pengukuran tertentu. Contohnya :
Setelah dilakukan pengamatan pada
plat tembaga menunjukkan hasil adanya perubahan panjang sebelum dipanaskan dan
setelah dipanaskan .
L.
Peta Konsep
Peta konsep adalah merupakan diagram
yang menunjukan hubungan antara konsep-konsep yang mewakili pembelajaran. Peta
konsep juga diartikan tampilan dari sebuah gambar atau bagan tentang
konsep-konsep materi yang tersusun sesuai dengan tabiat ilmu pengetahuan itu
sendiri tanpa mengindahkan urutan atau skuensi topik bahasan yang diinginkan. Contohnya :


20.46
Dokumentasi MAN 2 Pasuruan
0 komentar:
Posting Komentar